No ‘Me Time’, but ‘Our Time’

Surf the wave of life

Ride all the wheel although the road isn’t  flat

Fight the storm

and

Face all the challenge…

Me, 

Used to be independent before

As my mother’s lesson to me to survived

life isn’t as simple as it happened in a movie

but our thought make it easier when everything is getting hard.

It’s quite long time since my life was changed.

Having a new stage of life, being a Mom.

Mom, Ibu

yes, he call me Ibu soon after he can talk.

Menjadi seorang Ibu telah mengubah hidup saya. Membuat sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin, yang tidak bisa menjadi bisa.

Menjadi seorang Ibu telah mengubah hidup saya. Mengajarkan saya untuk lebih sabar melihat kehidupan dari sudut pandang yang tak terlihat selama ini.

Menjadi seorang Ibu telah mengubah hidup saya. Membuka mata saya bahwa hanya diri inilah yang perlu belajar lebih banyak lagi tanpa henti. Menyadarkan saya bahwa gelar menjadi Ibu tidaklah mudah.

Menjadi seorang Ibu telah mengubah hidup saya. Membuat saya mencintai serta menyayangi seseorang dengan tulus, bahkan sebelum ia dilahirkan ke dunia, kemudian menjadi cahaya dalam kehidupan ini.

Menjadi seorang Ibu telah mengubah hidup saya. Membuat saya sadar bahwa segala sesuatu tidak akan selalu berjalan sempurna dan sangat memerlukan pengertian yang sangat besar untuk memahami segalanya.

Menjadi seorang Ibu telah mengubah hidup saya. Membuat saya semakin mensyukuri hidup ini. Menambah dan mengubah tujuan hidup saya menjadi lebih pasti.

Untuk menjadi Ibu yang baik.

Everyday is not always easy, even getting more challenges. How I have no private time, no ‘me time’

I have to share my time, my attention to him.

Sometimes, lose my control like I wanna cry if I remembered of my life changing, but when I see his eyes, I see how he expect everything from me. My attention, my love, my time…

I just realized… all I need is not ‘me time’ but ‘our time’

I don’t know, how my life would be without this little angel in my life

I want to be the best mom for Alfarizi Kareem Yusra,

Ingin sekali merawat, mendidik, menuntun, menyayangi dan mengasihinya sepenuh hati saya. Selamanya. Amin.

With Love,

RIY

Advertisements

Posong, Nirwana di Antara Gunung Sindoro & Gunung Sumbing

Hello again,

Lagi-lagi s13654346_10208626631177402_1755211891122098618_naya dan keluarga kecil saya membawa cerita dari liburan kemarin pasca Idul Fitri.

Kami memulai perjalanan kami dari Jakarta pukul 5 Sore, perjalanan melewati tol Cikampek, lalu Cipali dan keluar di Brebes Exit (Alhamdulillah…) lancar, pukul 9 malam pun kami makan malam di daerah brebes, di Rumah Makan Mbok Berek. Ayam Kremesnya mantaaap.. apalagi sambal terasinya.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Kota Temanggung pukul 1 dini hari dan langsung check in di salah satu hotel. Karena belum booking hotel sebelumnya, kami sedikit kesulitan cari kamar yang kosong. Namun akhirnya kami dapat hotel yang cukup nyaman untuk sekedar tidur malam itu karena kami berniat berangkat kembali di pagi harinya.

Dari Jakarta, kami memang sudah berniat untuk menikmati pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dari Kota Temanggung. Namun begitu tiba di sana, kami mendapat informasi mengenai salah satu tempat wisata yang sangat menarik yaitu Posong. Saat itu saya langsung coba cari informasi melalui media sosial, ternyata banyak sekali yang sengaja mengunjungi Posong. Kami pun langsung menuju Posong.

Dari Kota Temanggung, kami mengandalkan GPS untuk menemukan lokasi Posong. Ternyata arahnya membawa kami ke arah Wonosobo, mendekat ke daerah Gunung Sindoro dan Sumbing. Butuh waktu sekitar 2 Jam hingga sampai di Desa Tlahab. Kami pun mulai perjalanan mendaki dengan mobil, melewati kebun tembakau lalu kebun kopi yang sangat luas. Sekitar 1 Km, kami mencapai pintu Loketnya. Sebenernya bukan pintu gerbang, hanya pos seadanya buatan warga daerah situ dan dikelola oleh pemuda-pemuda di sana. Biaya masuk ke area adalah 5000/orang dan 10.000 untuk Mobil.

13680918_10208626267648314_6774886214604670599_n    13700196_10208626628657339_5096330656717261992_n13669814_10208626335370007_5125063866092980156_n  13692722_10208626627657314_1175325886253936759_n

13692558_10208626335130001_1196869653374239472_n  13700020_10208626275128501_6293423117516511992_n

Namun, di pos tersebut kami berhenti sejenak karena tertarik pada kedai kopi ada di situ. Di tengah hamparan kebun kopi dan udara khas pegunungan yang sejuk. Hal ini benar-benar jarang sekali bisa kami nikmati.

Setelah puas menikmati kopi dan makan sian dan si balita sempat-sempatnya tidur siang, lelap sekali, akhirnya kami melanjutkan penanjakan kami. Ternyata masih 1,5 Km lagi menuju puncaknya Posong. Jalan yang kami tempuh, sempit hanya untuk satu mobil, menanjak curam di beberapa tempat dan berliku. Jadi harus sangat berhati-hati.

Perjuangan akhirnya selesai, kami pun tiba di atas. Wisata Alam Posong. Masha Allah… ngga rugi deh ke sana. Pemandangan luar biasa, kalau kata orang-orang sih bila Dieng memiliki Bukit Sikunir dan Magelang memiliki Gunung Andong, Temanggung memiliki Posong.

13645102_10208626271408408_8497360587131972521_n13619889_10208626269608363_1699421618584957776_n  13680785_10208626272368432_575542890492077721_n 13690757_10208626269368357_5021443770694325613_n 13690801_10208626268968347_9106076674668690380_n 13692684_10208626269048349_4968942301615736170_n 13716242_10208626267768317_4725213038371652412_n 13709834_10208626270048374_5910979411202060680_n 13715999_10208626268848344_355497453543070409_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari Posong kita dapat menikmati keindahan dua gunung sekaligus. Di lokasi ini sudah memiliki fasilitas lengkap, seperti toilet, mushala, gazebo, penjual makanan dan minuman. Ada pula campsite bagi pengunjung yang ingin menikmati golden sunrise di sana. Wisata alam ini cocok banget buat para pecinta gunung namun tidak perlu bersusah payah hiking, karena lokasi dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil.

Ayooo siapa yang mau ke Posong…?

 

With Love,

RIY