Honey’Baby’moon in Malaysia #Part1

Mau cerita flashback beberapa bulan setelah nikah.

Waktu itu, hari H tanggal 2 Maret 2014, selang satu minggu acara ngunduh mantu. Nah. pas acara ngunduh mantu itu, ampun deh… Premenstrual syndrome (PMS)! Sakit banget karena haid hari pertama.

Karena itu, bulan depannya ngga haid lagi soalnya langsung positif hamil (Alhamdulillah), tapi bye-bye honeymoon… hehe.

Tiga bulan pertama, morning sickness ngga cuma pagi mualnya, berlanjut sampai malam. Pada saat masuk bulan keempat, badan jadi enak. Mual dan pusing hilang, jadi segar dan bertenaga lagi. Langsung deh cai-cari flight.

Karena berbagai pertimbangan, lagi hamil, lokasi cukup dekat, makanan yang masih familiar dan banyak teman disana, akhirnya Malaysia jadi pilihan. Jadi deh, Honey’Baby’moon-nyaaa...

Waktu itu, saya dan suami berangkat sepulang suami ngantor langsung ke bandara. jadi sampai di KLIA sudah dini hari dan langsung check in. Kami menginap di Berjaya Times Square Apartement, letaknya di tengah kota dan ada stasiun monorail yang 10628450_10203784941778193_4761702259955945651_ndapat memudahkan akses kami untuk jalan-jalan.

10613008_10203784950778418_3748219229722027645_n

 

 

Kami sengaja ngga sewa mobil selama disana karena ingin menikmati moda transportasi massa yang ada disana. Ternyata sangat nyaman sekali, dalam kondisi saya yang sedang hamil, saya tidak merasa lelah ataupun sulit dalam berpindah lokasi.

Seluruh angkutan terintegrasi dengan baik dan fasilitas yang sangat nyaman bagi penumpang, semua dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan para penumpang dan tidak harus banyak berjalan. Lift serta eskalator berfungsi dengan baik di setiap stasiun, sehingga saya melihat banyak turis asing pun membawa koper mereka dengan mudah menggunakan transportasi massa sekalipun.

Proses pembelian tiket, semua dilakukan melalui mesin touchscreen yang tersedia beberapa unit jadi para calon penumpang tak perlu antri terlalu lama. Rute pun tersedia informasinya berupa peta yang sangat besar yang dapat dilihat di setiap stasiun.

1601424_10203784950098401_7428847039313917955_n

Day 1 – Batu Cave, Masjid Jamek, Merdeka Square & Putrajaya

Hari itu adalah hari jumat. Saya dan suami sebenarnya sudah berniat untuk melaksanakan shalat jumat di Masjid Jamek. Karena jam 12 kami harus sudah tiba di sana agar tidak tertinggal Shalatnya, Pagi jam 7, kami berangkat dahulu ke Batu Cave. Setibanya di Batu Cave, kami disambut oleh sekumpulan kera yang menghuni kawasan batu cave. Namun, meskipun terlihat jinak, pengunjung enggan berdekatan dengan kera-kera tersebut.

Sedikit kutipan dari wikipedia,

Batu Caves (Tamil: பத்து மலை), adalah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak, 13 kilometre (8 mil) utara dari Kuala Lumpur, Malaysia. Ini mengambil nama dari Batu Sungai Batu Sungai atau, yang mengalir melewati bukit. Batu Caves juga merupakan nama desa terdekat.

Gua ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murugan. Ini adalah titik fokus Hindu festival Thaipusam di Malaysia.

10612695_10203784361363683_4421913254257841854_n10421188_10203784379124127_4902427751384670660_n1555469_10203784388364358_7768209317817658840_n 10424245_10203784386684316_8648450388684007655_n1908425_10203784404684766_8917217752453908650_n 1972373_10203784421845195_652728986973419210_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Para turis sangat tertarik dengan Landmark berupa patung emas Dewa Murugan tertinggi di dunia (tingginya 42,7 meter) dan di belakangnya terlihat 272 anak tangga curam yang menuju sebuah gua di atas bukit kapur yang berfungsi sebagai kuil. Karena sedang hamil, saya memilih untuk tidak menaiki anak tangga itu jadi hanya menikmati burung-burung yang sangat banyak di area bawah.

Setelah selesai menikmati keindahan Batu Caves, kami bergegas menuju Masjid Jamek. Saat itu saya berfikir untuk menunggu suami shalat jumat di dalam masjid sembari saya juga melaksanakan shalat dzuhur, namun ternyata wanita dilarang memasuki area masjid selama shalat jumat berlangsung. Akhirnya saya berpisah sementara dengan suami saya. Saya berjalan menyusuri pertokoan sekitar Masjid Jamek, mencoba mengeksplorasi tempat-tempat yang asing bagi saya.

Semakin banyak langkah kaki yang saya tempuh semakin menyadarkan saya akan keanekaragaman yang ada di Malaysia. Mayoritas masyarakat yang tinggal disana adalam Melayu, Tionghoa dan India. Saya memperhatikan betapa indahnya toleransi budaya dan agama yang ada di antara mereka, masing-masing bangga dengan dirinya.

1907421_10203784845455785_3216895696407987210_n

Setelah puas menyusuri jalanan, saya kembali ke Masjid Jamek menemui suami saya dan shalat dzuhur disana.

10488212_10203784857136077_2506398578064527819_n

Tempat berikutnya adalah Merdeka Square, sebuah area terbuka yang dapat dimanfaatkan warga Malaysia untuk sekedar bersantai, berkumpul ataupun membuat acara besar. Dikelilingi beberapa gedung yang masih dipelihara keasliannya sehingga membuat kawasan itu menjadi sangat indah.

Di 10592882_10203784877616589_8050834014880090340_nsalah satu sudutnya, tepatnya di Kuala
Lumpur City Galery ada tempat yang sangat menarik pengunjung untuk berfoto.

 

 

Hari sudah menjelang sore, kami pun menuju stasiun hendak melanjutkan perjalanan menuju Putrajaya, kami berniat untuk Shalat Maghrib dan menghabiskan waktu dengan teman-teman disana.

Putra10629854_10203784537288081_9055379660001061253_n10345736_10203784536368058_3964187463990622387_njaya adalah pusat administrasi pemerintahan Malaysia.

 

 

Sungguh kota yang sangat cantik, modern, dan futuristik. Tata kota Putrajaya direncanakan dengan sangat baik dan memperhatikan keseimbangan lingkungan, di antaranya dengan membangun jalan dan trotoar yang lebar, serta ruang terbuka hijau yang luas. Selain itu, semua bangunan, taman, danau maupun fasilitas publik yang ada di Putrajaya didesain dengan cantik dan menarik. Tak heran kalau Putrajaya menjadi objek wisata baru Malaysia yang sukses menarik kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
10387388_10203784527847845_8642000254836081901_n

Beruntung kami dapat menikmati sunset di Putrajaya dari pinggir danau yang sangat luas. Pada saat langit mulai meredup, lampu-lampu jalanan dan jembatan yang berwarna-warni pun mulai menerangi. Sangat indah dan sungguh saat-saat yang membahagiakan dikelilingi teman-teman yang sangat baik hati. Setelah menikmati sunset, kami langsung menunaikan shalat Maghrib di Masjid Putrajaya.

10384039_10203784521047675_7024338648828139978_n

Kami juga sempat berkeliling di Putrajaya, menikmati suasana kota. Dikelilingi gemerlap lampu dan jalanan yang masih sangat bagus. Gedung- gedungnya pun sangat artistik.

10622803_10203784559168628_2061703905327503881_n10628304_10203784520487661_6580207505619942340_n10592949_10203784577329082_1229634841836733367_n

10628227_10203784516767568_8793843265158114339_n10614102_10203784525807794_5335247393044621498_n10593011_10203784543608239_5564178155624645077_n

Hari pertama kami di Malaysia, ditutup dengan makan malam bersama teman-teman. Bertukar cerita, tertawa dan banyak hal menarik. Sungguh hari yang indah.

…Bersambung….

 

With Love,

RIY

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s