Honey’Baby’moon in Malaysia #Part4

The last day of our Honey’Baby’moon in Malaysia!

syediiihhh…

like want to freeze the time. seneng banget bisa berdua terus sama suami. Apalagi lagi hamil gini.

Well, jadi ceritanya ada yang kelewat nih. Waktu pulang dari Genting kan masih sore tuh, malamnya kami pengen lihat Petronas di malam hari. Cahaya lampunya bagus banget. meskipun udah terbilang cukup malam dan ngandalin jadwal kereta terakhir sampai pulangnya pun ketinggalan akhirnya naik taksi.

Area Petronas dan sekitarnya masih rame bangettt…banyak yang santai-santai di tamannya, ada yang serius foto-foto dan yang hanya lalu lalang saja.

Camera 360Camera 360

Camera 360Camera 360

Day 4 – Petronas, Pasar Seni

Hari terakhir di Malaysia, saya dan suami masih punya waktu sampai pukul 12 bis kami kembali ke KLIA. Memanfaatkan waktu yang ada, kami sempat jalan-jalan lagi di Petronas dan Suria KLCC, sekitar jalan Bukit Bintang dan Pasar Seni untuk beli souvenir khas Malaysia.

7354_10203785231105426_3831291584420821109_n 10610759_10203787491721940_2518917009786550066_nn 10616609_10203785090861920_559225660426372421_n 20140818_102855 20140818_115631 20140818_115641

Camera 360

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pukul 12 kami langsung bergegas dengan bis menuju KLIA, persiapan untuk take off menuju Indonesia lagi pukul 14.00.

That’s All our Honey’Baby’moon story.

Ada banyak banget pengalaman seru yang saya dan suami saya alami selama perjalanan.  Biasanya honeymoon kan bisa bikin pasangan suami istri yang baru nikah tambah akrab dan mengenal satu sama lain karena dalam perjalanan berdua akan ada banyak hal baru yang pasti dilewati bersama.

Perjalan kali ini kasih banyak makna lebih. Ditambah kondisi saya yang lagi hamil. Pengertian suami itu penting banget. Saya saat itu sih cenderung ngga rewel selama perjalanan. Cuma satu…. Toilet meluluuuuuu…

Maklum, baby di dalam perut udah mulai seneng main. Jadi pergerakannya yang aktif sudah mulai mempengaruhi kandung kemih saya. Entah sugesti juga ya, setiap lihat tulisan TANDAS, RESTROOM atau TOILET, langsung kebelet. hihihi….

Sedikit tips buat ibu hamil yang mau jalan-jalan jauh :

  1. Konsultasi dengan dokter anda, apakah anda cukup fit untuk terbang. Lalu minta surat rekomendasi dari dokter anda. Beberapa maskapai mengharuskan anda untuk menunjukkan medical statement yang menyatakan anda boleh terbang. Pengalaman waktu di Indonesia, saat berangkat saya langsung kasih surat rekomendasi ke maskapai pada saat boarding. Namun pada saat mau pulang dari Malaysia, saya fikir sudah ngga perlu lagi. ternyata salah satu petugas memanggil saya untuk mengisi sebuah form persetujuan terbang.
  2. Kenakan pakaian yang nyaman agar tidak kerepotan saat di kamar kecil.
  3. Bawalah jaket, mantel atau selendang, siapa tahu anda membutuhkannya.
  4. Bawa persediaan pantyliner dan tissue yang cukup.
  5. Minum air putih yang cukup.
  6. Pre-order makanan yang anda inginkan untuk memuaskan craving anda. Saya biasanya sedia susu UHT, Roti dan biskuit untukjaga-jaga juga.
  7. Pastikan anda membawa semua vitamin dan obat-obatan yang anda butuhkan selama perjalanan. Selain itu bawa kayu putih supaya tetap hangat dan menghindari kembung.
  8. Sediakan permen kesukaan anda, jikalau mual-mual dan pusing menyerang tiba-tiba. Waktu itu saya sedia permen Gulas yang paling cocok sama lidah saya.
  9. Jangan memaksakan diri apabila lelah. Ambil sedikit waktu untuk beristirahat sejenak di tengah perjalanan.
  10. Kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Saya gunakan flat shoes dan sandal jepit sesekali
  11. Being Have fun!

With Love,

RIY

Advertisements

Honey’Baby’moon in Malaysia #Part3

Hari ketiga di Malaysia, saya dan suami juga akan menghabiskan satu hari full untuk mengunjungi Malaka.

Camera 360

Camera 360

Camera 360 Camera 360

Day 3 – Malaka

Melaka atau Malaka atau Malacca. Lokasi ini berjarak 148 km dari Kuala Lumpur, yang ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 2 jam. Menuju Melaka dapat menggunakan bus dari Kuala Lumpur. Sama seperti persiapan perjalanan menuju Genting Highland, kami juga harus mencari jadwal keberangkatan. Beruntung kami dapat pukul 10 pagi.

Di Indonesia, apabila kita sudah pernah mengunjungi Jakarta Kota dan sekitar Museum Fatahilah, kita akan familiar dengan Kota Melaka. Kota ini adalah kota sejarahnya Malaysia. Kota Malaka terdaftar dalam UNESCO World Heritage Site sejak 7 July 2008.

IMG_20140816_175354

IMG_20140816_175318IMG_20140816_174821IMG_20140816_181718

Saat tiba di Malaka, kami langsung disambut dengan pemandangan bangunan-bangunan berarsitektur Cina dengan warna merah yang dominan. Tempat pemberhentian terakhir setelah menyambung bis dari terminal Malaka adalah tepatnya Red Square di depan taman dengan air mancur Ratu Victoria.

IMG_20140816_174721

IMG_20140816_181521

 

 

 

 

 

Disana ada beberapa lokasi wisata terdekat yang dapat dikunjungi seperti, Melaka River Pirate Park, Apabila ingin berkeliling kota tanpa lelah, kita bisa ikut Melaka River Cruise, Jalan Jonker, Klenteng Cheng Hoong Teng, Bukit St. Paul, Pecinan, Kesultanan Melaka, Menara Taming Sari, Stadthuys, Museum Maritim Flora de la Mar dan masih banyak lagi. kita akan menyusuri sungai yang menyusuri hampir seluruh sudut kota dengan pemandangan menarik di sepanjang pinggir sungai. Pilihan lainnya adalah dengan menyewa becak yang dihias sangat lucu untuk berkeliling. Becak dapat ditumpangi 2 orang. Siang itu saya dan suami memilih keduanya.

Camera 360

C360_2014-08-16-19-07-56-400-1

Camera 360
Camera 360

Camera 360

Camera 360
IMG_20140816_170114 IMG_20140816_170942
IMG_20140816_172124
IMG_20140816_172611IMG_20140816_172656 IMG_20140816_172744 IMG_20140816_172837 IMG_20140816_172905 IMG_20140816_173023 IMG_20140816_173109 IMG_20140816_173800 IMG_20140816_174137

IMG_20140816_172028

IMG_20140816_181431img1408211545258

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA

…Bersambung…

 

 

 

 

 

With Love,

RIY

Honey’baby’moon in Malaysia #Part2

Masih tentang liburan pas lagi hamil. Setelah hari pertama jalan-jalan di kawasan Batu Caves, Masjid Jamek, Merdeka Square dan Putrajaya. Hari kedua, kami mengunjungi Genting.

Day 2 – Genting

Karena jarak dan transportasi menuju Genting Highland sangat terbatas dan terjadwal, kami berangkat menuju terminal bis pukul 7 pagi agar dapat tiketnya. Namun meskipun sudah pagi sekali, saat tiba di terminal bis, ternyata semua keberangkatan sudah penuh. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan taksi.

10632625_10203784577769093_1923528391349024447_n Perjalanan menuju Genting Highland, melewati jalan tol lalu mulai menanjak. Suasana di luar sangat asri karena memasuki area hutan dan perbukitan. Angin mulai terasa sangat sejuk karena lokasi Genting Highland adalah di kawasan dataran tinggi.

 

 

 

Setela10422979_10203784641170678_6762054501376621562_nh perjalana1461019_10203784620210154_3689291892733357171_nn selama kurang lebih 1 jam dari Kuala Lumpur, kami tiba di lokasi Genting Skyway. Jadi, transportasi menuju atas adalah hanya dengan menggunakan Skyway. Adapun dengan bus, hanya rombongan tertentu. Kami langsung mengantri untuk membeli tiket, setelah itu menuju tempat pemberangkatan. Lumayan mengantri, pantas saja keberangkatan bis hari itu padat.

12514_10203788676911569_6182708112799730560_n 10561735_10203784645490786_3361792354083291087_n 10628042_10203784616730067_1053517331014921902_n10481881_10203784651730942_8516527704237469856_n 10394536_10203784633250480_2720942722982557662_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10313168_10203784649170878_1114914163889734662_n

 

 

 

 

 

Sejujurnya saya takut ketinggian, sedangkan perjalanan menuju puncak Genting Highland melalui Skyway itu menanjak. Saya membayangkan bahwa kami hanya tergantung pada kabel yang harus menanggung beban tubuh kami membuat saya gemetaran. Jadi selama perjalanan itu, saya terus dzikir dan pegang tangan suami terus karena ketakutan.

Namun perlahan saya mencoba melepaskan rasa takut saya dan menikmati pemandangan sekitar. Akhirnya saya bisa tenang.

Semakin ke atas, semakin tebal kabutnya. Kami bagaikan menembus awan. Udara pun terasa semakin dingin.

Akhirnya sampai di tempat pemberhentian Skyway. Kami tiba di puncak Genting Highland. Tadi sebelum turun, saya membayangkan, puncaknya akan mirip dengan puncak-puncak pada umumnya. Yang hanya kebun dan pemandangan alam saja yang dapat kita temui. Namun ternyata berbeda. Di sini tenyata berdiri bangunan- bangunan tinggi nan megah. Ada hotel dengan kapasitas ribuan kamar dan Mall yang di dalamnya ada tempat hiburan keluarga yang sangat luas. Tidak jauh dari sana ada perkebunan stroberi yang sangat luas.

10622927_10203784703732242_6068921480060430412_n (1) 10624609_10203784629330382_5567697516617828509_n10429278_10203784690011899_377648412897605993_n
10447536_10203784704612264_4669029997709181229_n

10629818_10203784747893346_6595475603827287406_n

 

13604_10203784730172903_2250280036731157428_n 156056_10203784738013099_2873077795401663846_n10411168_10203784659891146_3242833507497310828_n 10254012_10203784742973223_1106275269356077975_n

10417541_10203784740013149_7231487888214575523_n 10516614_10203784725372783_1532222165709769791_n10363358_10203784636010549_4171519790359512424_n 10521526_10203784736573063_1625467877626811209_n10614112_10203784741453185_6099225255918000424_n 10559849_10203784733372983_3713879904602789654_n 10534205_10203784635130527_1773246738663565118_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah puas berkeliling, akhirnya sore hari kami kembali ke tempat keberangkatan Skyway untuk menuju pulang, lalu melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur dengan menumpang bis.

Sungguh pengalaman yang luar biasa.

 

…Bersambung….

 

With Love,

RIY

Honey’Baby’moon in Malaysia #Part1

Mau cerita flashback beberapa bulan setelah nikah.

Waktu itu, hari H tanggal 2 Maret 2014, selang satu minggu acara ngunduh mantu. Nah. pas acara ngunduh mantu itu, ampun deh… Premenstrual syndrome (PMS)! Sakit banget karena haid hari pertama.

Karena itu, bulan depannya ngga haid lagi soalnya langsung positif hamil (Alhamdulillah), tapi bye-bye honeymoon… hehe.

Tiga bulan pertama, morning sickness ngga cuma pagi mualnya, berlanjut sampai malam. Pada saat masuk bulan keempat, badan jadi enak. Mual dan pusing hilang, jadi segar dan bertenaga lagi. Langsung deh cai-cari flight.

Karena berbagai pertimbangan, lagi hamil, lokasi cukup dekat, makanan yang masih familiar dan banyak teman disana, akhirnya Malaysia jadi pilihan. Jadi deh, Honey’Baby’moon-nyaaa...

Waktu itu, saya dan suami berangkat sepulang suami ngantor langsung ke bandara. jadi sampai di KLIA sudah dini hari dan langsung check in. Kami menginap di Berjaya Times Square Apartement, letaknya di tengah kota dan ada stasiun monorail yang 10628450_10203784941778193_4761702259955945651_ndapat memudahkan akses kami untuk jalan-jalan.

10613008_10203784950778418_3748219229722027645_n

 

 

Kami sengaja ngga sewa mobil selama disana karena ingin menikmati moda transportasi massa yang ada disana. Ternyata sangat nyaman sekali, dalam kondisi saya yang sedang hamil, saya tidak merasa lelah ataupun sulit dalam berpindah lokasi.

Seluruh angkutan terintegrasi dengan baik dan fasilitas yang sangat nyaman bagi penumpang, semua dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan para penumpang dan tidak harus banyak berjalan. Lift serta eskalator berfungsi dengan baik di setiap stasiun, sehingga saya melihat banyak turis asing pun membawa koper mereka dengan mudah menggunakan transportasi massa sekalipun.

Proses pembelian tiket, semua dilakukan melalui mesin touchscreen yang tersedia beberapa unit jadi para calon penumpang tak perlu antri terlalu lama. Rute pun tersedia informasinya berupa peta yang sangat besar yang dapat dilihat di setiap stasiun.

1601424_10203784950098401_7428847039313917955_n

Day 1 – Batu Cave, Masjid Jamek, Merdeka Square & Putrajaya

Hari itu adalah hari jumat. Saya dan suami sebenarnya sudah berniat untuk melaksanakan shalat jumat di Masjid Jamek. Karena jam 12 kami harus sudah tiba di sana agar tidak tertinggal Shalatnya, Pagi jam 7, kami berangkat dahulu ke Batu Cave. Setibanya di Batu Cave, kami disambut oleh sekumpulan kera yang menghuni kawasan batu cave. Namun, meskipun terlihat jinak, pengunjung enggan berdekatan dengan kera-kera tersebut.

Sedikit kutipan dari wikipedia,

Batu Caves (Tamil: பத்து மலை), adalah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak, 13 kilometre (8 mil) utara dari Kuala Lumpur, Malaysia. Ini mengambil nama dari Batu Sungai Batu Sungai atau, yang mengalir melewati bukit. Batu Caves juga merupakan nama desa terdekat.

Gua ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murugan. Ini adalah titik fokus Hindu festival Thaipusam di Malaysia.

10612695_10203784361363683_4421913254257841854_n10421188_10203784379124127_4902427751384670660_n1555469_10203784388364358_7768209317817658840_n 10424245_10203784386684316_8648450388684007655_n1908425_10203784404684766_8917217752453908650_n 1972373_10203784421845195_652728986973419210_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Para turis sangat tertarik dengan Landmark berupa patung emas Dewa Murugan tertinggi di dunia (tingginya 42,7 meter) dan di belakangnya terlihat 272 anak tangga curam yang menuju sebuah gua di atas bukit kapur yang berfungsi sebagai kuil. Karena sedang hamil, saya memilih untuk tidak menaiki anak tangga itu jadi hanya menikmati burung-burung yang sangat banyak di area bawah.

Setelah selesai menikmati keindahan Batu Caves, kami bergegas menuju Masjid Jamek. Saat itu saya berfikir untuk menunggu suami shalat jumat di dalam masjid sembari saya juga melaksanakan shalat dzuhur, namun ternyata wanita dilarang memasuki area masjid selama shalat jumat berlangsung. Akhirnya saya berpisah sementara dengan suami saya. Saya berjalan menyusuri pertokoan sekitar Masjid Jamek, mencoba mengeksplorasi tempat-tempat yang asing bagi saya.

Semakin banyak langkah kaki yang saya tempuh semakin menyadarkan saya akan keanekaragaman yang ada di Malaysia. Mayoritas masyarakat yang tinggal disana adalam Melayu, Tionghoa dan India. Saya memperhatikan betapa indahnya toleransi budaya dan agama yang ada di antara mereka, masing-masing bangga dengan dirinya.

1907421_10203784845455785_3216895696407987210_n

Setelah puas menyusuri jalanan, saya kembali ke Masjid Jamek menemui suami saya dan shalat dzuhur disana.

10488212_10203784857136077_2506398578064527819_n

Tempat berikutnya adalah Merdeka Square, sebuah area terbuka yang dapat dimanfaatkan warga Malaysia untuk sekedar bersantai, berkumpul ataupun membuat acara besar. Dikelilingi beberapa gedung yang masih dipelihara keasliannya sehingga membuat kawasan itu menjadi sangat indah.

Di 10592882_10203784877616589_8050834014880090340_nsalah satu sudutnya, tepatnya di Kuala
Lumpur City Galery ada tempat yang sangat menarik pengunjung untuk berfoto.

 

 

Hari sudah menjelang sore, kami pun menuju stasiun hendak melanjutkan perjalanan menuju Putrajaya, kami berniat untuk Shalat Maghrib dan menghabiskan waktu dengan teman-teman disana.

Putra10629854_10203784537288081_9055379660001061253_n10345736_10203784536368058_3964187463990622387_njaya adalah pusat administrasi pemerintahan Malaysia.

 

 

Sungguh kota yang sangat cantik, modern, dan futuristik. Tata kota Putrajaya direncanakan dengan sangat baik dan memperhatikan keseimbangan lingkungan, di antaranya dengan membangun jalan dan trotoar yang lebar, serta ruang terbuka hijau yang luas. Selain itu, semua bangunan, taman, danau maupun fasilitas publik yang ada di Putrajaya didesain dengan cantik dan menarik. Tak heran kalau Putrajaya menjadi objek wisata baru Malaysia yang sukses menarik kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
10387388_10203784527847845_8642000254836081901_n

Beruntung kami dapat menikmati sunset di Putrajaya dari pinggir danau yang sangat luas. Pada saat langit mulai meredup, lampu-lampu jalanan dan jembatan yang berwarna-warni pun mulai menerangi. Sangat indah dan sungguh saat-saat yang membahagiakan dikelilingi teman-teman yang sangat baik hati. Setelah menikmati sunset, kami langsung menunaikan shalat Maghrib di Masjid Putrajaya.

10384039_10203784521047675_7024338648828139978_n

Kami juga sempat berkeliling di Putrajaya, menikmati suasana kota. Dikelilingi gemerlap lampu dan jalanan yang masih sangat bagus. Gedung- gedungnya pun sangat artistik.

10622803_10203784559168628_2061703905327503881_n10628304_10203784520487661_6580207505619942340_n10592949_10203784577329082_1229634841836733367_n

10628227_10203784516767568_8793843265158114339_n10614102_10203784525807794_5335247393044621498_n10593011_10203784543608239_5564178155624645077_n

Hari pertama kami di Malaysia, ditutup dengan makan malam bersama teman-teman. Bertukar cerita, tertawa dan banyak hal menarik. Sungguh hari yang indah.

…Bersambung….

 

With Love,

RIY

No Boundaries…

Langkahnya pasti

Angan-angan dan mimpi-mimpi terbang setinggi angkasa

Jutaan bintang tak melebihi banyaknya semangat saat merayap, berlari, melompat meniti setiap masa yang akan dihadapi di depan

Seperti melihat kekayaan di laut, melihat banyaknya yang dapat dicapai nanti
No Boundaries…
Namun itu saja yang manusia mampu

Allah Yang Maha Kuasa

Yang membolak-balikan segala sesuatu dengan mudahnya

Hingga impian indah berganti dengan impian indah lainnya

Hingga sejenak hilang segala angan dan mimpi sebelumnya, berganti dengan angan dan mimpi yang baru.
No Boundaries…
Apalah arti mimpi manusia, kenyataan Allah lebih bernilai

Bukan apa yang diinginkan manusia, tapi apa yang dibutuhkan….

Thank You, Allah…

Thank You for Your ‘No Boundaries’ gifts.

Alhamdulillah…
With Love,

RIY