Semarang, September 2014 #throwbackwhenimpregnant

 

Sore itu10665155_10203951648945768_4604281499002081395_n di taxi, saya agak panik. Jalanan Jakarta ternyata macet semua, termasuk tol yang saya lalui, padat. Saya janji bertemu dengan suami saya di stasiun Gambir untuk kereta menuju Semarang. Alhamdulillah waktu saya sampai, kereta baru akan berangkat 1 jam kemudian, saya dan suami bergegas naik.

 

 

10600488_10203951648065746_448814177239128150_n

 

Kereta yang kami tumpangi terisi semua, kelihatannya semua hendak mudik karena saat itu adalah akhir pekan. Saya melihat keluar jendela, langit sudah mulai gelap. Kami memang sengaja memilih perjalanan malam agar kami bisa istirahat.
10670094_10203951911072321_8059140447456399250_n

10369173_10203951666306202_1038213724980896977_nDelapan jam perjalanan kami lalui, akhirnya tiba di Stasiun Tawang. Kami dijemput oleh salah satu keluarga suami kami dan berencana menginap di rumahnya. Sebelum pulang ke rumah, kami diajak makan di daerah Simpang Lima Semarang. Tidak disangka, ternyata walaupun sudah larut malam, masih ramai dan banyak yang masih menikmati kuliner khas Semarang. Ada beberapa pilihan makanan seperti, Tahu Petis, Tahu Campur, Nasi Goreng Babat, Babat Gongso, Lontong Sayur dan masih banyak lagi. Setelah selesai makan, kami pun pulang untuk melanjutkan istirahat.

Keesokan paginya, kami langsung bersiap untuk jalan-jalan keliling Kota Semarang. Kebetulan saat itu waktu kami sangat sempit.

10474270_10203951647265726_4822681800108780909_nTujuan pertama kami adalah Pelabuhan Tanjung Mas,  Pelabuhan yang dikelola oleh PT PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO), diresmikan pada tahun 1985 merupakan satu-satunya pelabuhan di Kota Semarang Pelabuhan ini sebelumnya bernama Pelabuhan Semarang, yang dahulu berupa sungai kecil atau Kali Semarang yang menjadi satu-satunya urat nadi pengangkutan barang-barang dengan perahu dari dan ke kapal samudera yang berlabuh di lepas pantai. Saat ini pelabuhan digunakan untuk beberapa Pelayanan, seperti Pelayanan Kapal, Pelayanan Barang, Pelayanan Terminal, Palayanan Tanah, Bangunan, Air, dan Listrik.

10616086_10203951605064671_1641562192790639868_nSetelah itu, kami meneruskan perjalanan kami ke Museum Transportasi yang lebih dikenal dengan sebutan Lawang Sewu yang artinya Seribu Pintu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Tepat di depannya, ada Tugu Pemuda yang juga sarat akan sejarah. Tugu Pemud1509751_10203951673346378_807826886117991624_na yang bentuknya seperti lilin ini dibangun untuk mengenang peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang. Diresmikan pada tanggal 20 Mei 1953 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Oleh Ir. Soekarno, tugu ini menjadi salah satu tempat yang menarik minat wisatawan dan warga sekitar untuk bersantai karena adanya taman di sekeliling yang sangat terawat.

Di Semarang, ada pula area yang mirip seperti Kota Tua di Jakarta, namun di sini namanya Kota Lama. Bangunan yang ada di sekitar Kota Lama pun masih terjaga keasliannya dan sangat terawat. Bangunan yang kokoh dan cat-cat yang masih sangat baik (mungkin selalu diperbaharui) sangat cantik untuk menjadi objek foto.

10580252_10203951653625885_3454363986003392146_n 10622880_10203951656185949_4501564031644825152_n 10629817_10203951654265901_4039771853855259414_n 10686834_10203951655225925_8031829048216804242_n10409431_10203951661826090_1221620959621751326_n

Hari s10606133_10203951674066396_7531014006144012341_nudah semakin sore dan langit sudah semakin gelap, kami bergegas melanjutkan perjalanan kami menuju Masjid Agung Jawa Tengah. Kami melaksanakan shalat Maghrib dan Isya di sana. Sungguh masjid yang megah. Jemaatnya pun banyak, selain warga sekitar, para wisatawan dan yang tidak sengaja melalui masjid ini di perjalanan.

Akhirn10672182_10203951667106222_824970164957155963_nya malam tiba, kami memilih menghabiskan waktu kami di daerah Simpang Lima lagi karena belum sempat menikmati loenpia khas Semarang atau biasa disebut lumpia.

Sebenarnya di sepanjang jalan Padanaran, ada banyak toko oleh-oleh yang menyediakan Loenpia, namun pilihan kami jatuh pada Loenpia Semarang DJOE, karena selain rasanya enak, tempat parkirnya nyaman dan pelayannya sangat ramah. Loenpia dapat dibawa pulang ataupun dimakan di tempat. Untuk oleh-oleh yang dibawa pulang pun ada beberapa pilihan seperti Bandeng Presto, Wingko Babad, Moaci dan masih banyak lagi. Sekedar informasi, di Semarang ada shuttle bus untuk city tour, dan salah satu shelter pun berada tepat di depan Toko oleh-oleh ini. ( http://news.detik.com/berita-jawa-tengah/2787029/asyiknya-jalan-jalan-di-semarang-naik-shuttle-bus-gratis ) Wisatawan domestik maupun asing dapat menumpangi bis ini untuk mengelilingi kota Semarang secara gratis.

Jl. Pandanaran No. 51
Semarang, Jawa Tengah
Telepon: (024) 8318663
Fax: (024) 844 7176

Keesokan harinya, saya dan suami pun kembali ke Jakarta menggunakan kereta dari stasiun Tawang. Rasanya liburan sangat singkat, sehingga harus melakukannya secara maraton dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun kami sangat puas dengan berbagai kuliner yang sangat lezat dan tempat-tempat yang sangat bersejarah. Hope to visit Semarang again… ^_^

10603746_10203951910312302_2208858046521139922_n

10612761_10203951668826265_1058670871772927170_n

 

 

 

 

Advertisements

Masjid Agung Jawa Tengah

10606133_10203951674066396_7531014006144012341_n1622788_10203951613864891_5177911778509711011_n

Letak Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Afiliasi agama Islam
Situs web masjidagungjateng.com/home
Deskripsi arsitektur
Arsitek Ir. H. Ahmad Fanani
Jenis arsitektur Masjid
Gaya arsitektur Perpaduan Aritektur Jawa dan Arab
Pembukaan tanah 6 September 2002 10.000 M2
Tahun selesai 14 November 2006
Spesifikasi
Kapasitas 6.000 ditambah 10.000 jamaah (Kapasitas serambi masjid)
Kubah 1
Diameter kubah (luar) 20 meter
Menara 4 Menara masjid ditambah 1 Menara terpisah
Tinggi menara 62 meter (Menara Masjid), 99 meter (Menara Asmaul Husna)

10600529_10203951610864816_1852762415551093348_n  10653667_10203951625425180_7877120312375552943_n 10672437_10203951623705137_3623339699301059978_n 10690126_10203951619465031_2669979695984753105_n 10696351_10203951617984994_7438452250162893748_n

Nostalgia Mini Banking -Setiap Pengalaman itu Berharga-

Saya dulu kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) Program Diploma Komunikasi. Masa kuliah adalah masa belajar yang paling mengasyikan karena jurusan yang sesuai jiwa dan tim dosen yang baik-baik banget.

Dari semenjak Sekolah Menengah Pertama(SMP) memang udah minat banget sama dunia Jurnalistik, oleh karena itu sejak saat itu sudah mulai aktif freelance di salah satu harian di Kota Bogor.

Sampai akhirnya saya lulus kuliah, sebenernya pengen lanjutin karir di media, tapi dulu namanya fresh graduate, rasanya pengen punya pengalaman apa aja di dunia kerja. Dapet rezeki pada salah satu job fair, akhirnya keterima di PT. Bank Internasional Indonesia.

283409_2064835114674_5931668_nPas masuk, bener-bener NOL tentang perbankan. Saat itu saya mulai di posisi Teller. Yaampun… sekolah aja menghindar dari angka (masuk IPS. Anak Social=Anak yang Hobi Sosialisasi)ya deeehh…hihihi, taunya kerja harus berkutat sama angka, real number!Money and very a lot of money! (Uangnya Orang.hiksss) tapi udah pasrah ajaa…Yang terpenting niat belajar dan tambah pengalaman yang kuat.

388173_2663713846268_1096110673_nMini banking pun dimulai, saya ketemu banyak teman baru dan menyadari bahwa saya ngga sendirian, banyak juga yang baru aja belajar perbankan, meskipun banyak juga yang well experienced, ex bank lain.Memang pada saat itu di saat bank lain menggunakan outsourcing untuk frontliner-nya, sedangkan Bii kontrak karyawannya langsung dan kesempatan untuk jadi karyawan tetap terbuka lebar.

225963_1858966608090_1514812_nSeperti pelatihan pada umumnya, Mini banking asik banget, banyak belajar sambil main. Serius tapi santai. Semua pelajaran baru bikin kita semangat dan yang terpenting, Free Meal!hehe

Setelah selesai masa Mini Banking, saya bertugas di kantor cabang. Saya mulai menikmati tugas saya sebagai teller meskipun selalu disertai rasa gelisah karena takut kurang teliti dan menyebabkan selisih kas.

248061_3742709660489_47458530_n

Ngga berapa lama kemudian, memang rezeki, saya naik ke bagian Customer Service (CS),  ternyata di bagian ini lebih menyenangkan karena saya bisa lebih banyak berinteraksi dengan customer. Setelah kurang lebih 2 tahun, saya promosi ke bagian bisnis, saat itu saya jadi marketing untuk funding.

262848_2133409468990_3428841_n487727_3908669849390_1746074878_n

 

 

 

 

 

 

Akhirnya datang juga masa penantian untuk berkarir di Media, saya resign dari bank, kemudian melanjutkan perjuangan saya di Media.

Pada saat saya menjalani karir di dunia perbankan, pada awalnya memang ada hal yang hilang dari passion saya untuk bekerja namun saat saya bekerja lebih jauh, saya belajar lebih banyak lagi.

388173_2663713846268_1096110673_nPada saat saya menjadi teller, saya belajar untuk lebih teliti. Pada saat saya menjadi CS, saya belajar untuk lebih sering menghafal untuk menguasai product knowledge dan belajar memahami customer, bukan hanya itu, sebagai CS, saya juga harus belajar jualan. Lalu Pada saat di Marketing, tantangan komunikasi, negosiasi dan pemasaran lebih tinggi lagi.

1545201_10202379322438588_376598340_nAda banyak sekali kebaikan yang saya dapat dari pengalaman di perbankan. Pengetahuan mengenai produk dan psikologi nasabah. Jadi meskipun di awal itu saya fikir saya salah masuk kerja, but in the end… everything is a blessing. Pengalaman adalah guru yang paling berharga.

 

With Love,

RIY

Bromo, 2015

Ke Bromo bawa bayik?

Pasti orang langsung bilang, “Are you out of your mind?”

Sama sih, waktu muncul ide liburan ke Bromo sama suami, agak ragu juga bawa bayik. Lalu saya langsung browsing banyak info tentang Bromo, situasi terbaru dan apa aja perlengkapan yang diperlukan untuk disana. Setelah saya buka beberapa blog, ternyata banyak juga blogger – blogger yang cerita tentang liburan bersama bayiknya ke Gunung Bromo. Fiuhhhh… Walaupun tenang, tetep siapin semua perlengkapan bayik selengkap-lengkapnya.

Waktu 11914899_10206416662449565_8311772677748855793_nitu rencananya kita mau lihat sunrise, menurut info, suhu di Gunung Bromo pada saat pagi hari akan sangat dingin, jadi si bayik saya pakaikan baju 2 lapis beserta kaus kaki, sarung tangan dan jaket bulu angsa, supaya hangat.

Awalnya kami akan memulai perjalanan dari Surabaya pukul 21.00, namun karena kami baru selesai menghadiri pernikahan saudara disana, kami siap-siap dan pamit dulu, lalu berangkat pukul 00.00. Kami memilih pintu masuk dari Probolinggo, tepatnya jalur Cemorolawang supaya bisa lebih dekat ke area Gunung Bromonya. Perjalanan malam sangat lancar namun karena ini pertama kalinya kami di daerah sana jadi sedikit kesulitan mencari arahnya. Syukurlah ada GPS, sangat membantu.

Disana, kami sudah janjian dengan supir Jeep, tepatnya di terminal Gunung Bromo. Mendekati terminal tersebut, perjalanan mulai mendaki, sempat buka kaca jendela dan udaranya sangat dingin. Di kiri dan kanan sudah mulai banyak motor-motor yang konvoi, mobil pribadi lainnya dan beberapa Jeep agensi pariwisata yang lebih dulu menjemput turisnya di daerah asal terdekat. Saat itu matahari sudah hampir terbit. Kami terlambat sampai di Gunung Bromo karena ternyata jalan menanjak menuju terminal di atas sangat padat dan macet.

11863371_10206416653809349_7705836535726876713_nLalu mobil-mobil dan motor mulai banyak yang menepi, ternyata mereka tetap tidak mau kehilangan momen sunrise, kami pun ikut menepi. Suami saya keluar mobil duluan membawa kameranya, sementara saya menyiapkan anak saya dengan jaketnya, namun dia masih tertidur, jadi saya keluar sebentar dan… Udaranya sangat dingin, anginnya juga sejuk dan kabut dimana-mana.  Tak lama kemudian si bayik bangun, saya kembali ke dalam mobil dan memeluknya supaya tetap hangat.

Setelah mengantri cukup lama (lama banget), pukul 07.00 Akhirnya kami tiba di terminal Gunung Bromo. Kami langsung berpindah ke mobil Jeep dan memulai pendakian. Perjalanan dengan Jeep karena jalur yang berliku dan naik turun, maka cocoknya dilalui dengan mobil jenis ini.

Tiba di Padang Pasir, ada banyak kuda yang siap disewa untuk melanjutkan pendakian ke kaki Gunung Bromo, harga sewa satu kali jalan Rp.50.000,- hingga Rp.70.000,- pintar-pintarnya kita menawar. Sebenarnya ada banyak turis yang berjalan kaki, namun karena beberapa alasan yaitu, pertama, jaraknya sekitar 1km, yang kedua, kami membawa bayik, dan yang ketiga karena kami ingin merasakan sensasi menunggang kuda, Akhirnya kami menyewa dua kuda, satu untuk saya dan satunya untuk suami saya.

Perja11892247_10206416663409589_9039932893176510703_nnjian awal, yang bawa bayik di atas kuda itu suami saya karena saya pun sendiri agak takut naik kuda. Jadi akan lebih aman kalau si bayik sama bapaknya. Namunnnn… pada saat dipindah dari gendongan saya ke bapaknya, JRENGG!! JREENGG!!! BAYIKNYA NANGISSS…

YAA Allah… saya lemasss.
Dengan terpaksa saya yang gendong sambil cerewet banget ke pemandu kudanya untuk berjalan perlahan-lahan karena saking takutnya setiap kali kudanya melangkah. Selama perjalanan naik, saya sangat tegang sampai ngga mampu menoleh sedikitpun karena takut ngga seimbang.

11888012_10206416655609394_8841531472535226930_nAkhirnya sampai di pemberhentian kuda, sudah cukup di atas, namun untuk melihat kawah, kami harus menaiki ratusan anak tangga. Ada banyak pengunjung pagi itu, maka antrian naik pun cukup panjang jadi lumayan sih bisa istirahat setiap langkah naik tangganya. Dari bawah hingga atas tersedia beberapa tempat istirahat, jadi jangan khawatir bila kelelahan, bisa menepi untuk istirahat dan duduk.

11885374_10206416656129407_1879848349476776895_nSaya sebenarnya takut ketinggian, jadi selama penanjakan ngga berani menoleh ke bawah. Walaupun ngos-ngosan, tetap semangat hingga ke puncak. Namun tiba-tiba si bayik menangis dan minta nyusu. Alhamdulillah ASI, jadi praktis dan cepat sedia, hihihi…

Setelah mencapai tempat istirahat, saya duduk dulu sambil menyusui. Setelah selesai, kami melanjutkan pendakian.

Walaupun di blog dan di internet saya baca banyak bayik yang dibawa ke Gunung Bromo, tapi pada saat itu, saya dan bayik saya tetap jadi pusat perhatian. Kadang terdengar bisik-bisik orang lain, “Wah ada bayi…”. Sebagian bernada takjub, sebagian nada ngga tega… :p.

Namun sisi baiknya adalah kami jadi lebih didahulukan pada saat jala, banyak yang bantu dan banyak yang menggoda si bayik. Lucu sekali memang wajahnya saat itu melihat banyak sekali orang di sekitarnya. Lucunya, begitu tiba di puncak kawah, ada beberapa bapak-bapak yang menggunakan baju adat (mereka baru selesai upacara adat khas warga Gunung Bromo?) langsung menyalami saya, “Selamat ya Bu, sudah berhasil!”, kata mereka. Saya langsung bengong.

Hihihihi…..

11863508_10206416659609494_4111528912546559973_n

Bahagia sekali rasanya bisa menikmati keindahan panorama kawah Gunung Bromo dan pemandangan sekitarnya. Lelah saat menanjak, hilang seketika. Saat itu kami tidak dapat berlama-lama di atas karena jumlah dan kapasitas orang disana yang sangat minim dan udara yang keluar dari kawah tidak baik untuk dihirup terlalu lama. Lalu kami turun dan menunggangi kuda kami kembali.

Perjalana11873663_10206416660609519_6202070696990468544_nn turun gunung dengan kuda sudah tidak terlalu menegangkan. Saya mulai menikmati dan santai. Ternyata kuncinya, ikuti irama kaki kudanya maka kita akan tetap seimbang.
Kami tiba di padang pasir dan berfoto di depan Gunung Batok yang ngga kalah indahnya dengan Gunung Bromo utama.

Setelah matahari sudah tinggi, suhu pun naik dan banyak sekali angin, pasir-pasir ikut terbang. Baiknya menggunakan masker untuk melindungi pernafasan. Puas menikmati padang pasir Gunung Bromo dan minum di tenda-tenda di area tersebut, kami kembali ke terminal. Pada saat itu sudah pukul 12.00, kami menyewa homestay untuk istirahat setengah hari, niatnya mau tidur siang dulu, namun udara yang sangat dingin membuat kami tidak dapat memejamkan mata, maka kami hanya makan siang dan shalat disana.

11896105_10206416661289536_2087262155844263200_nPemandangan saat perjalanan turun dari area Gunung Bromo tidak kalah indah, ditambah langit sudah terang, semua tampak jelas.

Sungguh karunia Yang Maha Kuasa.

With Love,

RIY

Go! Wet Waterpark Grand Wisata Bekasi


Hello Long Weekend!

Jadi in10606455_10207129057138987_3789793989961916398_ni ceritanya pas akhir tahun kemarin, nemu dua akhir minggu yang panjang liburnya, mikir – mikir sama suami mau kemana ya jalan – jalan. Berhubung kondisi lagi ngga siap jalan jauh dan jalanan udah pasti macetnya, akhirnya kita pilih salah satu
waterpark
yang terbaru nih di daerah Bekasi.

Kebetulan waktu itu berangkat dari Bogor, sekalian ajak nenek kakek dan tantenya Alfa.

Di tengah perjalanan dengar radio, infonya tol jagorawi menuju Cikampek macet total, yang dari Pintu cimanggis masuk jam 7 aja sudah 3 jam sampai jam 10 kita di perjalanan belum sampai daerah Bekasi barat. Fiuhhhhh…

Akhirnya kita putuskan lewat Gunung Putri menuju Grand Wisata Bekasi-nya dimana lokasi Go! Wet itu ada. Alhamdulillah…jalan yang benar, meskipun ternyata kita masuk dari pintu belakang kompleknya, tapi kita sampai dengan tepat waktu.

10290659_10207129107180238_8173710307648195464_n

Here we were…

12284_10207129108980283_596115657115481136_n
Mushala

Pertama kali masuk gerbang, parkirnya luas dan cukup banyak mobil yang parkir, awalnya males main di waterpark libur panjang begini karena sudah pasti kolam renang jadi seperti semangkuk cendol, penuuh sesak.

Tapi di Go! Wet, begitu masuk ke area dalam (setelah beli tiket), pengunjungnya cukup banyak namun karena lokasi yang cukup luas jadi masih luang untuk kita bermain.

Setelah di dalam, karena jam sudah pukul 12.00, kita pilih makan siang dan shalat Dzuhur dulu, Mushalanya nyaman dan kantin di dalam banyak pilihan makanannya, dari masakan padang sampai bento-bento ala Jepang. Semua sistem pembayaran dilakukan menggunakan gelang kuning tanda deposit yang dibayar pada saat di loket depan, tapi bisa ditambah di loket dalam yang tersedia.

Siang itu seluruh gazebo sudah penuh, tapi setelah menunggu beberapa saat ada yang check out langsung kita tempatin, Bersyukur banget jadi si kecil lebih leluasa istirahatnya.

1425601_10207129107460245_1220085819485484806_n
Gazebo

Matahari di sana terik banget karena pohon-pohon baru pada ditanam jadi belum cukup rimbun, That’s why.. harus pintar – pintar atur permainan supaya ngga kepanasan, Lebih baik main seluncuran yang seru dulu baru sore santai – santai di kolam ombak dan kolam arus. Supaya ngga terlalu kebakar sinar matahari.

Di Go!Wet Waterpark ini ada 7 Kolam berbeda, masing -masing ada wahana berbeda. Pada saat pertama masuk ke area waterpark, kita langsung ketemu Wahana Go! Splash, wahana ini cocok untuk anak – anak, lengkap dengan slide yang cukup tinggi. keseluruhan berbentuk seperti laboratorium dengan ruang yang luas untuk anak –  anak menyusuri seluruh lorong dan seluncuran sambil bermain air.

Berjalan sedikit ke arah kanan, ada wahana Go! Spin dan Go! Twist, seluncuran yang paling menantang adrenalin. Setelah itu kita bisa langsung menikmati wahana Go! Lazy,, kolam arus sambil merebahkan badan di atas ban besar, rasanya nyaman banget, sambil nunggu jadwal ombak di kolam Go! Wet sebelahnya.10004030_10207129059819054_7059346040449511803_n

Wahana menantang lain yaitu Go! Fast, Go! Speed, Go! Spin dan Go! Flash.

Nah, kalau ngajak si kecil cocoknya di Go! Play, Go! Spray dan Go! Fun buat sekedar buat main pancuran dan seluncuran mini, Kolamnya juga teduh karena dikasih tutup di atasnya, nyaman banget buat anak balita. Tapi buat yang lebih besar bisa sambil main Go! Boomer dan Go! Round.2c907-1933805_10207129044178663_3232670681671558947_n (1) Alfa seneng banget main ombak, Kita fikir dia bakal takut, ternyata dia tertarik banget main – main buih yang datang setiap kali ombaknya bergulung –  gulung kena badan dia. ^_^

Habis main di pinggir kolamnya, kita ajak dia ke atas ban besar, Alfa malah agak ngantuk, hihihi…

Udah tanda –  tanda nih, akhirnya udahan dulu, Alfa keringin badan dulu dan nyusu.

12390865_10207129081339592_3396482335766267674_n

10438485_10207129065899206_8218201208491438549_n

Setelah nyusu dan cemil – cemil, Alfa siap main lagi, kita coba ajak berendam- berendam tanpa ban, Alfa coba dikit –  dikit gerakin kaki dan tangannya.

Dia excited banget main air, Syukurlah ngga takut.

Menurut saya ada beberapa keunggulan dari waterpark ini dibanding waterpark lainnya, yaitu Area yang sangat luas untuk menampung pengunjung yang banyak, lalu ragam seluncuran yang banyak dan ban yang disediakan secara free, jadi pengunjung bebas pakai sepuasnya tanpa bawa –  bawa ban sewaan dari satu lokasi ke lokasi lain karena di setiap kolam tersedia ban untuk pengunjung bermain.

Setelah main sampai jam 5 sore, Kita semua mandi dan siap – siap pulang,

Pas lagi beresin baju, Alfa yang dari tadi masih berisik, tiba –  tiba sepi… dan ternyata…

1918541_10207129062899131_2129287576501438246_n
zzzzZZZZ……..

Mungkin dia lelah yaahhhh..

Alhamdulillah, memuaskan sekali, pengen kesini lagi ya, ya, ya..(colek bapaknya Alfa) ^.^

 1622600_10207129093339892_1916486273438411964_n

Additional Information :

Go! Wet Waterpark Grand Wisata Bekasi

JAM OPERASIONAL:

10.00-20.00 WIB (Senin-Jumat)

09.00-20.00 WIB (Sabtu, Minggu & Hari Libur Nasional)

HARGA TIKET MASUK :

Senin-Jumat : Rp. 100.000,- (Anak-anak) & Rp. 150.000,- (Dewasa)

Sabtu, Minggu & Hari Libur Nasional :Rp. 175.000,- (Anak-anak) & Rp. 225.000,- (Dewasa)

With Love,

RIY

Villa Centhini Gunung Bunder, Bogor

Villa Centhini Gunung Bunder, Bogor

12033013_10206625166662040_7768415083196575893_n

Pertama kali dateng ke villa ini pas tengah malam karena kita mulai perjalanan dari jakarta jam 8 malam sepulang suami kerja. Sampai di sana, ngga kelihatan apa-apa.Udara dingin banget, ngantuk langsung selimutan.

Pas pagi, sunrise-nya wuiiihhh…

11205627_10206625190902646_5917382457510236319_n

Udara masih sejuk banget, karena masih di daerah gunung Halimun Salak. Uniknya villa ini karena buka pintu belakang langsung danau buatan, ada perahu kecil juga buat kita main sepuasnya.

12003892_10206625167062050_917827626002875208_n

Kebetulan waktu kita datang kesana, lagi musim kemarau jadi air danaunya sedikit surut, tapi bagusnya, kita jadi gampang banget menjangkau ikan-ikan yang berenang sambil kasih makan dari atas perahu.

12038404_10206625167742067_1735436893228275829_n

Selain main perahu di danau buatan, kita juga bisa berenang  di kolam renang, selain itu ada taman bermain dan jogging track. Cocok buat olahraga pagi sambil menghirup udara segar pegunungan.

12047041_10206625161261905_3017293681747697110_n

 12049443_10206625188942597_2829557716888570774_n

12038562_10206625187262555_8331330653462925376_n

Seharian pasti puas main di area villa, menjelang sore coba jalan-jalan ke arah taman wisata Gunung Halimun Salak, sayangnya sore itu kita ngga masuk ke dalam karena sudah mulai gelap. Menurut informasi, di dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak ada banyak tempat menarik untuk dikunjungi seperti Curug Ciherang, Curug Ngumpet 1 & 2, Curug Seribu, Curug Cigamea, Curug Pangeran, Kawah Rtu serta pemandian air panas hanya dengan membayar tiket masuk Rp. 10.000 untuk mobil dan Rp. 5000 per orang. 

12046673_10206625175062250_8944897487461790727_n

Finally, sun goes down…

Mari pasang tenda di depan villa…yippie…


10522514_10206625162501936_1317907919033659256_n

With Love,

RIY

He is a little boy,now! No longer ‘Bayik’.

Nap time…

12523143_10207207215732903_6163160798231070792_n

Setelah menginjak usia satu tahun, ada banyak perubahan yang makin terlihat sama anak kecil ini (no longer bayik!)

Alfa semakin menjadi manusia. Maaf sayang, sampai kemarin ibu masih treat Alfa seperti boneka kesayangan. Gemesinnn banget. Pasrah diapain aja sama ibunya.

But as far as his growth, he has many respons and expressions and thats reminds me, “Hello its a little boy!”


Setelah merasakan langkah-langkah kecilnya sendiri di tanah,sekarang Alfa klo mau bobo ngga musti ngempeng ASI. Klo udah ngantuk, guling-guling sendiri…ketiduran sendiri.


Semua bayi punya keistimewaan masing-masing dan ngga ada yang sama persis. Itu kuasa Allah banget.


Alfa mengajarkan banyak hal ke ibu dan bapaknya, tentang kasih sayang, rasa sabar, rasa syukur dan rasa tulus.


Selama ini perkembangan dan pertumbuhan Alfa bener-bener dilewatin setiap stepnya. Kadang sebagai orang tua, kita suka membandingkan dengan anak2lainnya. Padahal wajah setiap anak saja, Allah SWT bisa ciptakan berbeda-beda, lalu mengapa kita menuntut persamaan perkembangannya?
Terkadang suka aneh sendiri klo denger orang yang menjudge ibu lain dengan caranya mengurus anak atau masih percaya mitos.
Ngga ada deh “saya paling benar, kamu harusnya seperti ini..”


Kita harus percaya bahwa setiap ibu pasti melakukan yang terbaik untuk anaknya dengan cara masing-masing dan setiap anak juga berbeda-beda kebutuhan, Kebiasaan dan daya tahan tubuhnya. Yang pasti setiap ibu butuh support supaya selalu dapat energi positif dalam merawat anaknya.

 Happy Mommy!^.^

With Love,

RIY